top of page

Hari Buruh, Kemenperin Perkuat SDM Industri

  • Gambar penulis: bspji palembang
    bspji palembang
  • 4 Mei
  • 2 menit membaca
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama dengan para pekerja saat melakukan kunjungan di perusahaan industri. (Foto: Ist)
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berfoto bersama dengan para pekerja saat melakukan kunjungan di perusahaan industri. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional di tengah dinamika global.


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pembangunan SDM industri yang adaptif, produktif, dan kompetitif menjadi kunci menjaga kinerja industri pengolahan yang selama ini berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional.


“Penguatan SDM industri harus terus kita akselerasi melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.


Ia menyampaikan, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) telah menjalankan berbagai program pendidikan vokasi dan pelatihan industri 4.0.


Program pendidikan vokasi tersebut dilaksanakan di 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan sekolah menengah kejuruan (SMK) binaan Kemenperin. Sepanjang 2025, unit pendidikan tersebut menghasilkan 5.472 lulusan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri manufaktur.


Selain itu, Kemenperin membuka pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis) untuk menjaring calon SDM unggul secara berkelanjutan.


Di bidang pelatihan, BPSDMI menyelenggarakan program skilling, reskilling, dan upskilling melalui tujuh Balai Diklat Industri (BDI). Sepanjang 2025, sebanyak 1.362 peserta telah dilatih, disertifikasi, dan ditempatkan bekerja.


Kemenperin juga mendukung Program Magang Nasional dengan memfasilitasi 3.969 calon tenaga kerja di berbagai perusahaan industri dan instansi.


Tak hanya itu, melalui program inkubator bisnis di BDI, Kemenperin mendorong lahirnya wirausaha industri baru. Sepanjang 2025, sebanyak 37 tenant bisnis dibina dengan total penyerapan 212 tenaga kerja dan menghasilkan omzet mencapai Rp11,5 miliar.


Sejalan dengan peta jalan “Making Indonesia 4.0”, Kemenperin melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 turut memberikan pelatihan serta pendampingan implementasi transformasi digital bagi industri.


“Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Terus tingkatkan kompetensi dan beradaptasi agar industri kita semakin berdaya saing global,” katanya.


Sementara itu, Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyebut tingkat serapan lulusan vokasi Kemenperin mencapai 68 persen setelah lulus dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam enam bulan. Menurut dia, lulusan vokasi Kemenperin juga memiliki daya saing global, dibuktikan dengan sertifikasi internasional dari berbagai lembaga dan penyerapan kerja di 21 negara.


BPSDMI juga mengembangkan program “Kelas Industri” dengan melibatkan puluhan mitra industri, termasuk kelas industri internasional yang menyiapkan lulusan untuk bekerja di perusahaan global.


Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan ketersediaan tenaga kerja industri yang kompeten sekaligus mendorong transformasi sektor manufaktur menuju industri berbasis teknologi.






 
 
 

Komentar


bottom of page