Berpotensi Besar, Kemenperin Dukung Penguatan Industri Hilir Bambu
- bspji palembang
- 6 Jan
- 1 menit membaca

Warta Ekonomi - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan Indonesia menempati posisi ketiga dunia sebagai negara dengan sumber bahan baku bambu terbesar secara global.
Hal tersebut didukung dengan kekayaan bambu yang dimilik Indonesia dengan lebih dari 125 jenis varian yang tersebsar di berbagai wilayah Nusantara.
Namun, dirinya mengatakan pemanfaatan bambu di dalam negeri masih didominasi metode konvensional sehingga belum dapat menghasilkan nilai tambah yang tinggi.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung penguatan industri hilir bambu, khususnya sebagai bahan baku konstruksi, furnitur dan produk bernilai tambah yang berpotensi lainnya seperti pangan fungsional.
āBambu memiliki potensi besar sebagai alternatif bahan baku substitusi kayu karena bersifat mekanis yang kuat, lentur, dan mudah dibentuk. Bahkan, bambu sangat direkomendasikan untuk wilayah rawan gempa karena lebih tahan terhadap guncangan dibanding material konvensional,ā ungkapnya, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Senin (5/1).
Pengembangan bambu sejatinya telah menjadi program lintas kementerian melalui Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Bambu Terintegrasi HuluāHilir sejak 2022. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kemenperin kini tengah menyusun peta jalan Pengembangan Ekosistem Industri Bambu HuluāHilir Terintegrasi.
Peta jalan ini mencakup penguatan agroforestry, teknologi pascapanen, pembentukan sentra-sentra bambu, pendirian Akademi Komunitas Bambu, hingga pembangunan pusat logistik bambu guna menjamin pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengungkapkan, industri bambu nasional memiliki peluang besar di sektor kerajinan, furnitur, konstruksi, hingga bioindustri. Apalagi, permintaan global terhadap produk bambu bernilai tambah terus meningkat.



Komentar